Minggu, 16 Agustus 2009

Olizhia, Sopir Angkot, dan Presiden SBY

JAKARTA, KOMPAS.com — Meski memiliki seorang ayah yang berprofesi sebagai sopir angkot, Olizhia Jane Mairuhu tetap percaya diri dalam mengejar kesuksesan. Kepercayaan diri Olizhia ini diperlihatkan di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).


Putri Agustinus Mairuhu ini menjadi pimpinan upacara pada acara pengukuhan pasukan pengibar bendera pusaka di Istana Negara, Jakarta, Sabtu (15/8).

Remaja kelahiran Mangole, 9 Februari 1993, ini dengan seragam PDH putih-putih tampak berdiri tegak di tengah-tengah kawan-kawan Paskibraka lainnya. Membentuk barisan seperti huruf U, suara keras dan nyaring meledak dari rongga suara Olizihia ketika SBY yang menjadi pembina upacara hadir.

Tak ada ketakutan atau minder saat Olizihia mulai menghampiri SBY. Sekadar melaporkan kesiapan kegiatan acara pengukuhan, langkah yang diayunkan Olizihia di lantai marmer Istana beralas karpet merah masih terdengar nyaring. "Lapor upacara siap dilaksanakan," ujar Olizihia dengan lugas. "Lanjutkan," jawab pendek SBY.

Kegiatan pengukuhan pun berlangsung. Tahap demi tahap kegiatan yang diawali lagu "Indonesia Raya" diselesaikan tanpa kesalahan. Walhasil, SBY tampak sumringah, dan kerap melempar senyum saat menyalami satu per satu pasukan pengibar bendera pusaka.

Ihwal suksesnya acara ini disyukuri Olizihia dengan senyum bangga. Ditemui seusai acara, Olizihia berkali-kali mengucap syukur di hadapan Sang Pencipta. "Saya bangga sekali dipercaya menjadi pimpinan upacara," paparnya.

Wajar saja bila Olizihia berbangga. Pasalnya, untuk menjadi yang utama pada kegiatan pengukuhan tersebut, siswi dari SMA Negeri 5 Ambon, Maluku, ini melalui proses yang tidak mudah. Sebelum menuju Jakarta, dia mesti melalui proses seleksi berjenjang. Kompetisi mulai antarsiswa, antarsekolah, antarkecamatan, dan antarkabupaten serta provinsi telah dilalui dengan mulus.

Sampai di tingkat pusat, dia pun mesti bertanding kembali dengan 65 teman-teman Paskibraka lainnya. Selama di pusat kegiatan pendidikan, dan pelatihan Paskibraka, Olizihia mesti menuntaskan kegiatan sejak 23 Juli 2009 lalu. Selama 24 hari pendidikan, dan latihan, Olizihia digembleng sejak pukul 04.30 WIB hingga 21.00 WIB. "Untuk sekadar menjadi pemimpin upacara ini, kami diseleksi suara saat memimpin barisan," urainya dengan bersemangat.

Olizihia mengaku, keinginan menjadi Paskibraka mulai lahir saat melihat senior-senior di sekolahnya. Saat menyaksikan senior berlenggak-lenggok dengan tubuh tegapnya, dia pun mencoba hal tersebut. Nasib baik berpihak pada Olizihia, atas kegigihan berlatih dia diboyong ke Jakarta.

Kerja keras Olizihia ini patut diacungi dua jempol. Dia tetap percaya diri, meski orangtua yang membiayai sekolahnya hanya berprofesi sebagai seorang sopir angkutan kota. "Saya hidup bahagia, dan berkecukupan hingga saat ini," ujar Olizihia seraya berharap suatu saat nanti mampu mewujudkan cita-citanya.

Olizihia tidak sendirian. Di antara 66 putra dan putri yang dipilih dari 33 provinsi se-Indonesia, ada juga yang memiliki orangtua berprofesi sebagai buruh harian. Sebut saja misalnya, Alfian Cunggiono. Dia merupakan siswa SMAN 1 Gantung, Belitung. Putra Vendy Siswono ini perwakilan Bangka Belitung.

Hal serupa juga terjadi dengan Fachrizca Aulia Zicri. Remaja kelahiran Pontianak, 22 November 1993, silam ini putri dari seorang buruh harian bernama Fauzi Akbar. Mereka bersaing ketat dengan putra-putri didikan orangtua berprofesi wiraswasta, TNI, Polri, dan PNS.

Meski berasal dari profesi orangtua yang beragam, Kepala Negara tetap menyanjung prestasi pasukan remaja tersebut. SBY justru memilih berpesan saat memberi sambutan dihadapan Paskibraka ini. "Sebentar lagi kalian akan mengemban tugas yang amat bersejarah, mulia, dan tentunya penuh dengan kebanggaan. Saya berharap laksanakan tugas itu. Ke depan dengan tonggak baru ini saya berharap kalian benar-benar mengukir perjalanan karier yang baru pula," kata SBY.

Kecakapan Olizihia dkk ini juga disambut sejumlah anggota Kabinet Indonesia Bersatu. Panglima TNI Djoko Santoso, Mennegpora Adhyaksa Dault, Mendiknas Bambang Sudibyo, dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriawan sempat memberi ucapan selamat seusai acara pengukuhan. (Persda Network/ade)

0 comments:

Posting Komentar

 

Pengikut

Entri Populer

Iklan

Hosting Indonesia

News Indonesia Copyright © 2009 Community is Designed by Bie Blogger Template