Kasus lumpur Lapindo akan tetap menjadi ganjalan serius bagi pencalonan Aburizal Bakrie (Ical) sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Dipastikan 81,8 persen simpatisan dan kader Golkar kecewa dan 27,5 persen tidak akan pilih partai ini bila dipimpin Ical pada Pemilu 2014."Jika Golkar terasosiasi dengan Lumpur Lapindo, hanya 5,9 persen pemilih yang akan tetap memilih. 27,5 persen pemilih tidak akan pilih Golkar," kata Direktur Eksekutif Citra Publik Indonesia (CPI) Hendrasmo dalam jumpa pers di Hotel Le Meridien, Jakarta, Kamis (17/9/2009).
Menurut Hendrasmo, CPI telah melakukan survei kepada 440 responden pemilih di Jakarta pada 11-14 September 2009. Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan margin of error 4,8 persen.
Dijelaskan Hendrasmo, dari hasil survei itu sekitar 47,4 persen responden belum memutuskan sikap dan 19,2 persen menjawab tidak tahu. Ada beberapa alasan mengapa efek lumpur Lapindo dapat membuat Partai Golkar dijauhi pemilih.
"Pertama, kasus ini sangat populer. Sebanyak 93,6 persen responden tahu soal Lumpur Lapindo," jelasnya.
Kedua, lanjut Hendrasmo, mayoritas publik sangat tidak puas dengan penanganan kasus itu. Tidak kurang 81,8 persen menyatakan kecewa kasus ini tidak bisa diatasi.
Ketiga, yang disalahkan dengan kasus lumpur Lapindo bukan hanya pemerintah sekitar 24,6 persen, tapi PT Lapindo dan Ical sekitar 64,8 persen. Oleh karena itu, ditambahkan Hendrasmo, kasus ini menjadi ganjalan bagi Ical.
"Ini jadi PR besar bagi Aburizal ataupun Golkar, bagaimana menghindari asosiasi Golkar dengan kasus ini," imbuhnya.
Sementara itu, pengamat politik dan kader Partai Golkar Indra J Piliang menyatakan, tidak ada hubungan antara Partai Golkar dengan Lumpur Lapindo dan Aburizal Bakrie dengan Lumpur Lapindo. "Tidak ada hubungan Ical dengan Lapindo, mungkin keluarganya Bakrie, iya, tapi bukan Ical. Kalau Ical ada hubungan dengan Golkar, apalagi terkait Munas," ungkapnya.
Indra mengakui, hasil survei ini tentu akan merugikan Ical dan menguntungkan pihak lainnya. "Tapi ini tidak mempengaruhi signifikan kepada pemilih," tandasnya.
Sumber :detik.com

0 comments:
Posting Komentar