Senin, 19 Oktober 2009

Khasiat Undur-Undur

Meski berkhasiat mampu menurunkan kadar gula dalam darah, keberadaan undur-undur masih dipandang sebelah mata. Padahal alam menyediakannya secara gratis dan dalam jumlah besar. Russanti Lubis

Masih ingat fenomena Ponari dan batu "ajaibnya", serta para "penirunya"? Dari sini, dipetik suatu pelajaran bahwa kepercayaan sebagian anggota masyarakat terhadap pengobatan moderen, semakin lama semakin berkurang. Sebaliknya, mereka semakin lama semakin mempercayai pengobatan yang dianggap kurang atau bahkan sama sekali tidak masuk akal, yang sering disebut pengobatan alternatif.

Pengobatan alternatif menggunakan banyak media, yang sebagian di antaranya berasal dari alam. Salah satunya yaitu undur-undur. Binatang super kecil (berukuran kurang dari 2 cm, red.) yang biasanya dijumpai di sekitar rumah berhalaman pasir ini, dipercaya dapat menyembuhkan diabetes dan beberapa penyakit lain seperti stroke, kolesterol, asam urat, dan lain-lain, hanya dengan memakannya hidup-hidup. Di samping itu, juga tidak berefek samping, karena 100% natural. Bahkan, pengobatan Cina, sampai sekarang masih menggunakannya.

Berdasarkan penelitian bagian farmasi Universitas Gajah Mada (Kajian Potensi Undur-Undur Darat, 2006, red.), undur-undur mengandung zat sulfonylurea. Kerja sulfonylurea pada undur-undur yakni melancarkan kerja pankreas dalam memproduksi insulin. Dengan kata lain, hewan ini paling efektif untuk menurunkan kadar gula dalam darah. Tapi, berapa persen kesembuhan yang dapat diperoleh, Undur-undursampai saat ini belum diketahui. Karena, memang belum ada penelitian tentang hal ini. "Kebanyakan konsumen kami, hanya mengatakan bahwa kondisi tubuh mereka lebih sehat, setelah mengonsumsi undur-undur," jelas Okman, pengumpul dan pemasar dalam usaha undur-undur ini.

Undur-undur (Latin: Myrmeleon Sp, red.) ini, Okman melanjutkan, sebaiknya dikonsumsi dalam kondisi hidup, baik yang ditelan langsung maupun yang dalam bentuk kapsul. Satu kapsul, biasanya berisi tiga bakal serangga (hidup) yang dalam Bahasa Inggris disebut Lion Ant atau Di Gu Niu dalam Bahasa Cina ini. "Dalam kondisi hidup, senyawa aktifnya masih utuh. Berbeda dengan yang dalam bentuk sudah dikeringkan atau ekstrak, lalu dimasukkan ke dalam kapsul," kata pemilik dan pemasar usaha budidaya Ikan Malas (ikan betutu) ini.

Dengan alasan itulah, usaha yang berlokasi di Yogyakarta ini menjual atau mengirimnya dalam keadaan hidup. Garansinya, bila sesampainya di tangan pemesan ternyata ada undur-undur yang mati, akan segera diganti. "Harga per paket (1 paket = 100 ekor + bonus 25 ekor) Rp100 ribu. Harga itu sudah termasuk wadah pemeliharaan, kapsul kosong, dan biaya pengiriman untuk Pulau Jawa," ujarnya. Jika dihitung-hitung, harga seekor undur-undur cuma Rp1.000,-.

Ulasan selengkapnya dapat dibaca di Majalah Pengusaha edisi 95/Juni 2009.


0 comments:

Posting Komentar

 

Pengikut

Entri Populer

Iklan

Hosting Indonesia

News Indonesia Copyright © 2009 Community is Designed by Bie Blogger Template