Jakarta Detik.com - Pelemparan batu bus TransJakarta oleh pengendara sepeda motor dinilai sebagai tindakan kriminal murni. Menurut pengamat transportasi, Darmaningtyas, seharusnya masyarakat memberikan dukungan kepada moda transportasi umum dan bukannya merusak."Itu tindakan kriminal murni dan polisi harus menindak tegas. Harusnya masyarakat tahu jika itu adalah untuk khusus busway," kata Darmaningtyas saat berbincang-bincang dengan detikcom, kamis, (25/2/2010).
Menurutnya, masyarakat tetap harus mendahulukan bus TransJakarta untuk melintasi jalan. Bahkan dia menilai jika sterilisasi jalur harus benar-benar terlaksana supaya masyarakat tertarik menggunakan moda transportasi kebanggaan Jakarta tersebut.
"Kalau bisa, harus diperketat (sterilisasinya). Ini supaya lalu lintas lancar sehingga bus TransJakarta lancar sehingga masyarakat tertarik. Kalau sama-sama macet, mana mau masyarakat beralih," tambahnya.
Aksi lempar batu ini bukan pertama kali. Beberapa kali pengendara kendaraan pribadi menumpahkan kekesalan kemacetan terhadap Bus TransJ. Bahkan, pernah suatu kali seorang pengendara mobil BMW menodongkan pistol ke petugas portal busway di Jalan Mampang Prapatan Raya beberapa waktu lalu.
"Harusnya masyarakat Jakarta harus semakin dewasa. Di negara-negara tetangga, seperti Bangkok, mereka sangat menghargai kendaraan umum," bebernya.
Pada hari Rabu, kemarin, sekitar pukul 07.40 WIB, di daerah Buncit Indah arah Dukuh Atas terjadi pelemparan batu terhadap bus Transjakarta dengan nomor badan JTM 051 oleh oknum yang mengendarai motor merk Yamaha Mio warna putih dengan nomor polisi B 6047 UOI.
Ketika itu bus JTM 051 yang dikemudikan oleh Asrul melintas dari arah Ragunan menuju Dukuh Atas. Setelah meninggalkan Halte Buncit Indah, pada saat bersamaan dari jalur busway yang menuju Ragunan (arah berlawanan) tiba-tiba bus dilempari batu oleh oknum tidak dikenal yang mengendarai sepeda motor dan mengenai kaca depan bus sehingga pecah.
"Kami sudah melaporkan ke polisi dan meminta untuk diusut," beber Kepala Badan Layanan Umum (BLU) TransJakarta Daryati Asrining Rini.
(asp/nwk)

0 comments:
Posting Komentar