Bandung - Menurut kacamata psikiater dan dokter Kejiwaan RSHS dr Teddy Hidayat, postingan Mario Teguh di akun twitternya telah menyinggung isu gender. Karena hal itu seakan membuat derajat wanita tidak seimbang dengan pria. Padahal sebagai seorang motivator seharusnya Mario tidak menyinggung hal tersebut.
"Kalau mau mengangkat tentang rokok dan dugem seharusnya dia (Mario-red) jangan main gender. Terlepas efek rokok dan dugem memang tidak baik," ujar Teddy saat dihubungi detikbandung, melalui telepon selularnya Minggu (21/2/2010).
Pernyataan yang menyatakan wanita perokok dan suka dugem tidak layak dinikahi menurutnya juga tidak fair. Menurutnya, pandangan harus dilakukan dari kedua belah pihak. Baik laki-laki maupun perempuan.
"Kita harus memandang dari kedua sisi. Kalau mau adil perempuan merokok tidak pantas dijadikan istri, laki-laki yang merokok dan suka dugem juga tidak pantas dijadikan suami," terangnya ketika dihubungi detikbandung melalui telepon selularnya Minggu (21/2/2010).
Belum lagi menurut Teddy postingan itu akan menyinggung perasaan wanita yang merokok dan suka dugem. Karena, hal itu disampaikan dalam situs jejaring sosial dan dibaca orang banyak.
"Perkataan dalam postingan situs jejaring sosial itu pasti akan menyinggung wanita perokok dan itu tidak baik. Pasti menciptakan banyak resistansi. Padahal lebih baik kita membuat kebahagiaan," tandas Teddy.
(dip/tya)
"Kalau mau mengangkat tentang rokok dan dugem seharusnya dia (Mario-red) jangan main gender. Terlepas efek rokok dan dugem memang tidak baik," ujar Teddy saat dihubungi detikbandung, melalui telepon selularnya Minggu (21/2/2010).
Pernyataan yang menyatakan wanita perokok dan suka dugem tidak layak dinikahi menurutnya juga tidak fair. Menurutnya, pandangan harus dilakukan dari kedua belah pihak. Baik laki-laki maupun perempuan.
"Kita harus memandang dari kedua sisi. Kalau mau adil perempuan merokok tidak pantas dijadikan istri, laki-laki yang merokok dan suka dugem juga tidak pantas dijadikan suami," terangnya ketika dihubungi detikbandung melalui telepon selularnya Minggu (21/2/2010).
Belum lagi menurut Teddy postingan itu akan menyinggung perasaan wanita yang merokok dan suka dugem. Karena, hal itu disampaikan dalam situs jejaring sosial dan dibaca orang banyak.
"Perkataan dalam postingan situs jejaring sosial itu pasti akan menyinggung wanita perokok dan itu tidak baik. Pasti menciptakan banyak resistansi. Padahal lebih baik kita membuat kebahagiaan," tandas Teddy.
(dip/tya)
sumber detik.com


0 comments:
Posting Komentar