Selasa, 23 Februari 2010

Sidang Pailit Tutut Mulai Digelar

Jakarta, 22/2 (ANTARA) - Sidang gugatan pailit Literati Capital Investments Limited (Literati) kepada Siti Hardijanti Rukmana biasa disapa Mbak Tutut mulai digelar di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada Senin (22/2) ini.
Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim, H. Yulman dengan hakim anggota Herdi Agusten dan Bayu Isdiatmoko dengan agenda pembacaan berkas gugatan.
Tuntutan pailit dengan berkas perkara No. 06/Pailit/2010 /PN.Niaga.Jkt.Pst ini dimohonkan terkait kapasitas Mbak Tutut sebagai penjamin pribadi atas hutang PT Citra Industri Logam Mesin Persada (CILMP) sebesar Rp1,6 triliun.
"Gugatan pailit ini diajukan setelah Siti Hardijanti Rukmana melepaskan hak istimewanya sebagai penjamin pribadi atas kredit yang diterima CILMP," kata Kuasa Hukum Literati, Andi F Simangunsong di lokasi sidang.
Sehingga secara hukum Mbak Tutut dapat dituntut atas hutang tersebut karena sebagai pribadi penjamin CILMP dianggap tidak mampu melunasi hutang yang timbul di Bank Internasional Indonesia (BII) berdasarkan perjanjian kredit awal tertanggal 17 November 1994.
"Tergugat tidak mampu lagi melunasi hutang-hutang tersebut," tegasnya
Selain itu kepada CILMP, Putri sulung mendiang mantan Presiden Soeharto ini pun menjaminkan secara pribadi atas kucuran kredit yang diterima PT Trihasra Sarana Jaya Purnama (TSJP) yang merupakan bekas kreditur di PT Bank Bumi Daya (BBD) senilai Rp1 triliun lebih dengan kuasa hak tagih hutangnya dimiliki Ellistar Investments Ltd.
Atas tuntutan pailit itu pihak Mbak Tutut yang diwakili kuasa hukum, Harry Pontoh dari Kantor Advokat Kailimang & Pontoh ini sidang ditunda dan akan dilanjutkan senin (1/3) pekan depan dengan agenda pembacaan tanggapan dari tergugat atas tuntutan pailit ini.
Sebelumnya, putri sulung mendiang mantan Presiden Soeharto itu kembali tersangkut perkara hukum pailit ini setelah Literati memiliki hak tagihan atas hutang CILMP sebesar Rp1,6 triliun.
CILMP merupakan bekas kreditur dari PT Bank International Indonesia (BII) berdasarkan perjanjian kredit awal 17 November 1994, yang telah mendapat kucuran kredit sebesar Rp7,5 miliar.

0 comments:

Posting Komentar

 

Pengikut

Entri Populer

Iklan

Hosting Indonesia

News Indonesia Copyright © 2009 Community is Designed by Bie Blogger Template