Padang ,News Indonesia - Ketua Bidang Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatra Barat Prof. Dr. Duski Samad mengingatkan para ulama di daerahnya untuk kembali ke fungsinya menyeru kebaikan dan memberantas kemungkaran.
"Kalau ada ulama yang terlibat dalam dukung-mendukung calon gubernur, dia berarti bukan ulama," kata Duski di Padang, Sabtu.
Menjelang pemilihan gubernur/wakil gubernur Sumbar periode 2010-2015 mulai telihat gejala aksi dukung-mendukung dari ulama terhadap kandidat tertentu. Hal itu disampaikan melalui ceramah di masjid dan melalui media komunikasi.
Duski Samad mengatakan, fungsi ulama adalah menegakkan amal ma`ruf dan mencegah kemungkaran, nasehat-menasehati dalam kesabaran, dan membangun ketakwaan umat.
Ulama itu, kata dia, bukanlah jabatan fungsional, melainkan mandat dari Tuhan untuk melaksanakan fungsi-fungsinya dalam pembinaan umat.
Untuk itulah dia mengingatkan para ulama untuk kembali kepada fungsinya membina umat, bukan terjebak dalam dukung-mendukung calon tertentu.
"Arahkan umat ke jalan yang benar. Biarkan mereka menentukan pilihan, jangan giring mereka memilih kandidat tertentu. Sebab, belum tentu satu kandidat lebih baik dibanding yang lain," ujar pakar pemikiran Islam dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol itu menekankan.
Ditanya bagaimana cara memilih pemimpin yang baik Duski mengatakan mesti dilihat akhlaknya. Akhlak tersebut bisa dinilai dari rekam jejak masing-masing kandidat.
"Kalau ada kandidat yang pernah berurusan dengan kejaksaan atau inspektorat, itu sudah bisa diketahui bagaimana akhlaknya," ujar ulama kondang itu.
Ditanya konsepsi "ulama berpolitik", Duski mengatakan ulama berpolitik harus diletakkan dalam arti menyampaikan kebaikan. Kalau politik dalam mencapai kekuasaan, itu artinya sudah keluar dari koridor.
"Politik ulama adalah pembinaan umat, politik yang menyeru kebaikan dan mencegah kemungkaran, memberikan penjelasan kepada umat mana yang salah dan mana yang benar dan membawa umat menuju derajat takwa," katanya.
Suhu politik menjelang pemilihan gubernur/wakil gubernur Sumbar mulai meningkat. Tercatat lima pasang kandidat yang sudah mendaftarkan diri ke KPU Sumbar, yakni Marlis Rahman-Aristo Munandar (Golkar), Fauzi Bahar-Yohannes Dahlan (PAN, PPP), Endang Irzal-Asrul Syukur (Demokrat, Gerindra), Ediwarman-Husni Hadi (koalisi Partai Maju Bersama), dan Irwan Prayitno - Muslim Kasim (PKS, Hanura, PBR).
Pemilihan gubernur/wakil gubernur Sumbar periode 2010-2015 digelar 30 Juni 2010. Pemilihan akan dilaksanakan serentak dengan pemilihan walikota/bupati di 13 kabupaten/kota di Sumbar. (ANTARA)


0 comments:
Posting Komentar