News Indonesia, Pati: Bila Anda pecinta hidangan serba kambing tak ada salahnya mencoba petis kambing. Kuliner khas Desa Runting, Pati, Jawa Tengah, itu memiliki kuah sedikit gelap yang mirip dengan gulai. Bedanya, petis kambing itu dicampur tepung beras dan rebusan daging. Seperti apa ya rasanya
Butiran-butiran kenyal hangat akan langsung lumer di mulut saat Anda mulai menyeruput kuah masakan ini. Dalam satu porsi petis kambing hanya terdapat beberapa potong daging, sisanya lemak hingga tulang kambing. Konon, Anda tidak akan tahu bagian ternikmat dari hidangan ini tuntas dicicipi.
Kuliner istimewa ini memiliki harga yang relatif murah, yaitu sekitar Rp 5 ribu perporsi. Tak heran, para pelanggannya begitu beragam mulai dari petani hingga pejabat pemerintah.
Menurut Fajar, salah seorang pelanggan, petis kambing jauh lebih enak dari gulai. "Enak, soalnya tidak pakai santan dan rasanya manis pedas," ucapnya.
Salah satu pengusaha warung Petis Kambing, Darmini, dapat menghabiskan seekor kambing muda dalam sehari. Walau sederhana, warung yang mulai buka pukul 09.00 pagi itu selalu diserbu para pelanggan dari berbagai daerah. Alhasil, pada pukul 01.00 siang, dagangan Darmini sudah habis.
Anda tertarik mencoba Silakan datang ke Pati.(WIL/SHA) Liputan6.com
Butiran-butiran kenyal hangat akan langsung lumer di mulut saat Anda mulai menyeruput kuah masakan ini. Dalam satu porsi petis kambing hanya terdapat beberapa potong daging, sisanya lemak hingga tulang kambing. Konon, Anda tidak akan tahu bagian ternikmat dari hidangan ini tuntas dicicipi.
Kuliner istimewa ini memiliki harga yang relatif murah, yaitu sekitar Rp 5 ribu perporsi. Tak heran, para pelanggannya begitu beragam mulai dari petani hingga pejabat pemerintah.
Menurut Fajar, salah seorang pelanggan, petis kambing jauh lebih enak dari gulai. "Enak, soalnya tidak pakai santan dan rasanya manis pedas," ucapnya.
Salah satu pengusaha warung Petis Kambing, Darmini, dapat menghabiskan seekor kambing muda dalam sehari. Walau sederhana, warung yang mulai buka pukul 09.00 pagi itu selalu diserbu para pelanggan dari berbagai daerah. Alhasil, pada pukul 01.00 siang, dagangan Darmini sudah habis.
Anda tertarik mencoba Silakan datang ke Pati.(WIL/SHA) Liputan6.com

0 comments:
Posting Komentar