Tampilkan postingan dengan label Kerajinan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kerajinan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 September 2009

Gendeng - Ukir kulit

Kerajinan ukir kulit terutama wayang kulit bisa disebut sebagai kerajinan yang memadukan seni dan sejarah wayang kulit. Kenapa? Karena untuk membuat wayang kulit memang harus melalui proses belajar tidak sebentar, membutuhkan keuletan, kemauan belajar yang tinggi dan rasa memiliki kecintaan akan seluk beluk perwayangan. Wayang kulit sebagai salah satu peninggalan atau warisan leluhur khususnya dari keraton Yogyakarta diharapkan menjadi contoh warisan yang dijaga dan dipertahankan demi kelangsungan keberadaan wayang kulit khususnya dan sebagai identitas kota Yogyakarta pada umumnya.


Gendeng adalah nama sebuah dusun kerajinan ukir kulit yang sampai sekarang terus mempertahankan keberadaan wayang kulit khususnya wayang kulit gaya Yogyakarta. Di sana akan ditemukan tenaga-tenaga terampil dan terasah dalam pembuatan wayang kulit. Ada sekitar 50 perajin yang aktif dalam bidang tatah sungging kulit yang terkumpul hampir di sepuluh sanggar.


Dekatnya sentra ukir kulit Gendeng dari Yogyakarta, sekitar 8 km arah selatan yang melewati jalur utama kota Bantul dan desa wisata Kasongan akan memudahkan para wisatawan menuju ke lokasi. Wisatawan yang datang akan menjumpai berbagai bentuk dan model wayang kulit dan melihat proses pembuatan wayang yang masih sederhana dan masih terjaga ketradisionalannya dalam pemrosesan, pembuatan pola, penatahan dan sungging atau pewarnaan.

Wayang kulit buatan Gendeng dikenal sebagai wayang kulit dengan kualitas yang bagus dan menjadi koleksi banyak kalangan, seperti museum, toko seni, dhalang, dan kolektor dalam maupun luar negeri. Mantan Presiden Soeharto, Gus Dur, dan Megawati dikenal sebagai salah satu kolektor yang mengoleksi wayang kulit gaya Yogyakarta buatan Gendeng.

Bagi wisatawan yang ingin meneruskan perjalanan, dapat mengunjungi sentra kerajinan kayu di dusun Krebet, kalurahan Guwosari, kecamatan Pajangan yang terkenal akan berbagai produk seperti topeng, wayang, sandal, dll, sentra kerajinan gerabah di desa wisata Kasongan dan sentra kerajinan patung primitif di dusun Pucung, desa Pendowoharjo, kecamatan Sewon. Dusun Gendeng terletak di desa Bangunjiwo kecamatan Kasihan berjarak sekitar 8 km arah selatan dari kota Yogyakarta.

Sumber:
http://bantulbiz.com/id/bizpage_sentra/id-16.html
Continue Reading

Minggu, 16 Agustus 2009

Sepatu Lukis Lagi "Ngetren"

BANDUNG, KOMPAS.com — Sepatu kanvas lukis atau sneaker menjadi tren baru kawula muda sekaligus sebagai media alternatif untuk melukis.


"Kalau sekarang, sepatu lukis atau sneaker ini sedang digandrungi anak muda, khususnya anak SMA dan mahasiswa," kata pengusaha sepatu lukis, Demas Adityha (24), di Jalan Ciwastra Kota Bandung, Minggu.

Ia menjelaskan, tren sepatu lukis itu berasal dari luar negeri, tetapi pada awal tahun 90-an mulai masuk ke Indonesia dan kini semakin digandrungi anak muda yang ingin tampil beda dalam hal berpenampilan.

Dengan sedikit sentuhan kreativitas dari tangan berbakat seperti Demas Aditya atau yang akrab dipanggil Aditya, jadilah sepasang sepatu unik dengan goresan cat di seluruh permukaannya.

Menariknya, sering kali pengusaha sepatu kanvas lukis di berbagai Kota Indonesia, menjadikan slogan "one and only in the world" sebagai daya tarik bagi produk sepatunya.

"Karena dikerjakan dengan tangan, maka lukisan tiap sepatu tak ada yang sama persis. Maka, tak salah bila slogan tersebut disandangkan pada sepatu kanvas lukis yang selalu berbeda tiap pengerjaannya atau ’one and only in the world’," kata Aditya.

Berbagai corak dan warna yang tergores di permukaan sepatu ini telah memikat anak muda, terlebih para wanita. "Kalau di Bandung sendiri, tren sneaker ini semakin digandrungi sekitar awal tahun 2000," kata Aditya.

Untuk harga, sebuah sepatu lukis dijual dengan kisaran harga Rp 50.000 hingga Rp 100.000. "Untuk harga itu bervariasi, tapi bisa lebih murah kalau motif di sepatu yang akan dilukis berdasarkan keinginan pembeli atau sepatunya dari pembeli, kita tinggal melukisnya," ujar Aditya.

Saat ini, motif sepatu lukis yang sedang digandrungi oleh pembeli ialah motif tokoh kartun, logo grup band seperti The Rolling Stone, atau grafiti.

"Kalau untuk motif sendiri, ada tiga motif yang paling banyak diminati pembeli, tapi di antara tiga motif itu yang paling banyak dipesan itu motif grafiti," katanya.

"Perawatannya cukup sulit, karena ada lukisannya itu, sehingga harus dirawat ekstra hati-hati, terutama saat mencuci," kata Aditya.

Sepintas, tak ada yang berbeda dari bentuk sepatu lukis dengan laiknya sepatu biasa, tetapi jika diperhatikan permukaannya, corak yang menghiasi sepatu ini bukan buatan pabrik, melainkan lukisan tangan.


ABI
Sumber : ANT
Continue Reading
 

Pengikut

Entri Populer

Iklan

Hosting Indonesia

News Indonesia Copyright © 2009 Community is Designed by Bie Blogger Template