Jakarta - FPDIP mengkritik pidato kenegaraan Presiden SBY di DPR. FPDIP menilai, pidato SBY tidak melihat pada fakta-fakta di lapangan yang amburadul."Tiga pilar itu bagus, tetapi tidak melihat fakta-fakta di lapangan seperti apa. Kalau dilihat faktanya amburadul itu," ujar Sekretaris Fraksi PDIP Bambang Puryanto.
Bambang mengatakan itu usai diskusi bertajuk 'Pidato SBY',
di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2009).
Bambang menilai, apa yang dikemukakan SBY dalam pidatonya itu merupakan tujuan-tujuan yang ingin dicapai. Tetapi arah kebijakan justru keluar dari itu.
"Contohnya dengan adanya Keputusan Menteri tanggal 27 Agustus nanti yang akan membebaskan impor daging dan telur. Itu akan mematikan peternak dalam negeri, termasuk saya sebagai peternak ayam," papar pria yang akrab disapa Bambang Pacul ini.
Selain itu, lanjut Bambang, kemandirian yang diungkapkan SBY dalam pidatonya itu arahnya juga tidak jelas. Kebijakan pemerintah juga tidak sesuai dengan tujuan bangsa.
"Tujuannya ke utara tapi kebijakannya ke selatan. Ini sangat tidak nyambung," tandas dia.
(nik/nrl)

0 comments:
Posting Komentar