Senin, 07 September 2009

Bisnis Waralaba Tembus Rp 81 Triliun

Semarang, Warta Kota

Perkembangan usaha waralaba di Indonesia diprediksi mengalami peningkatan cukup signifikan. Sebab, jumlah usaha waralaba saat ini mencapai seribuan usaha dengan nilai kontribusi usaha mencapai Rp 81 triliun per tahun.

Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan Departemen Perdagangan RI, Dede Hidayat, di Semarang tadi mengungkapkan, kontribusi puluhan triliun tersebut terdiri atas waralaba asing Rp 38,8 triliun dan waralaba lokal sebesar Rp 45,5 triliun.
Adapun jumlah usaha waralaba yang ada mencapai 1.010 unit usaha waralaba, meliputi 260 waralaba asing dan 750 waralaba dalam negeri.

"Kami memprediksi, usaha waralaba mengalami peningkatan sekitar dua persen hingga tiga persen per tahunnya," ujarnya.

Meskipun usaha waralaba di Indonesia mengalami pertumbuhansignifikan, seribuan waralaba yang beroperasi di Indonesia itu belum seluruhnya mendaftarkan usahanya. Hal itu terlihat dari jumlah surat tanda pendaftaran waralaba (STPW) yang diterbitkan oleh Departemen Perdagangan.

"Untuk waralaba asing hanya berjumlah 101, sedangkan STPW untuk waralaba dalam negeri baru berjumlah 11," ujarnya.

Ia berharap, para pelaku bisnis usaha waralaba yang belum memiliki STPW untuk segera mengurusnya. Terlebih, pemerintah juga memberikan dorongan agar usaha waralaba tumbuh dan berkembang, khususnya waralaba nasional, karena terbukti memberikan kontribusi bagi perekonomian Indonesia khususnya untuk penyerapan tenaga kerja, peluang kesempatan usaha dan mempercepat proses alih teknologi.

Pemerintah juga memberi kesempatan kepada pemilik usaha waralaba untuk mengikuti pameran di sejumlah daerah, termasuk di Jateng yang diselenggarakan mulai Jumat (22/5) hingga Minggu (24/5) mendatang.

Dengan berkembangnya usaha waralaba, katanya, dapat menjadi solusi bagi perekonomian Indonesia dalam menghadapi pasar global serta dapat menjadi ukuran produk nasional bagi negara-negara lain.

Terlebih lagi, pengembangan usaha dengan menggunakan sistem waralab dapat mendorong berkembangnya spesialisasi dan modernisasi usaha tradisional, serta menumbuhkan kreatifitas dalam mengembangkan inovasi usaha untuk membuka akses lebih luas bagi produk dalam negeri.

Ketua Asosiasi Franchise (waralaba) Indonesia (AFI) Anang Sukandar menambahkan, peluang bisnis usaha waralaba di Jateng masih terbuka lebar. "Kami akan mendorong pemilik usaha di Jateng menjadi usaha waralaba dengan mengadakan beberapa program hasil kerjasama antara AFI dengan Kadin Pusat tentang HAKI licency waralaba," ujarnya.

Ia mengatakan, sebagian besar bisnis usaha waralaba dikuasai oleh sektor makanan, disusul pendidikan, dan sejumlah sektor usaha yang lainnya. (Ant/tig)

0 comments:

Posting Komentar

 

Pengikut

Entri Populer

Iklan

Hosting Indonesia

News Indonesia Copyright © 2009 Community is Designed by Bie Blogger Template