
Jahe (Zangiber) adalah rimpang dari Zangiber Officinalis (Zangiberaceae). Rimpang atau akar tinggal adalah batang yang tumbuh dibawah permukaan tanah. Meskipun disebut akar tinggal, rimpang sebenarnya adalah batang karena mempunyai buku-buku, ruas, dan daun sisik pada permukaannya.
India dikenal sebagai produsen dan pengekspor jahe terbasar di dunia yang menyumbang hamper 50% dari produksi total di dunia. Walaupun demikian, jahe tumbuh di berbagai belahan dunia, diantaranya di Afrika dan Asia Tenggara.
Jahe selain dapat digunakan sebagai penyedap rasa ataupun bahan minuman, juga memiliki beberapa fungsi farmakologis yang berguna untuk kesehatan, diantaranya;
SISTEM PEREDARAN DARAH
Jahe dapat mengurangi resiko pembekuan darah, menurunkan kadar kolesterol darah, menurunkan tekanan dengan mencegah pengerasan pembuluh darah. Selain itu, jahe juga memiliki dampak stimulasi dan kardiotonik serta peningkat efisiensi kerja jantung.
SISTEM PERCERNAAN
Jahe adalah suatu kaminatif, yaitu bahan yang mampu mengeluarkan gas dari dalam perut, hal ini dapat meredakan perut kembung. Selain itu, jahe juga merupakan stimulan aromatik yang kuat sehingga dapat mengendalikan muntah dengan meningkatkan gerakan peristaltik usus.
KELENJAR
Jahe memiliki semua efek sekretoris atau efek mengeluarkan, seperti Diaforetik sebagai perangsang keluarnya keringat, Sialagog sebagai perangsang keluarnya ludah / saliva dan Kalagog sebagai perangsang keluarnya cairan empedu. Semua efek yang dimiliki jahe ini dapat meningkatkan daya cerna tubuh.
EFEK METABOLISME
Sari jahe segar memiliki khasiat Hipoglikemik dan dapat mengendalikan kadar gula darah. Jahe juga dapat meningkatkan metabolisme lemak dan protein yang dapat membantu tubuh untuk menggunakannya secara lebih baik. Enzim Zingibaine yang terdapat dalam jahe merupakan enzim penghidrolisasi protein yang kuat.
FUNGSI LOKAL
Jika diterapkan pada kulit, jahe dapat menjadi stimulan dan Rubefasien, yaitu dapat meningkatkan aliran darah sehingga warna kulit menjadi lebih merah. Jahe membantu kemampuan berbagai obat untuk dapat menembus kulit sehingga dapat digunakan sebagai tambahan untuk obat salep dan obat kulit lainnya.
SISTEM SYARAF
Minyak jahe dapat menembus sawar darah otak secara efektif dan menajamkan indera. Jahe memiliki semua efek penambah tenaga, merangsang dan memotivasi. Jahe juga merupakan Euforian yang membuat seseorang memiliki pandangan yang lebih positif.
GINJAL
Jahe memiliki efek Diuretik yang dapat meningkatkan kemampuan untuk mengeluarkan lebih banyak air seni / urine.
SISTEM PERNAFASAN
Jahe adalah Antitusif yang bekerja langsung pada pipa paru-paru / bronkus untuk mengurangi produksi dahak.
SENDI DAN JARINGAN IKAT
Jahe memiliki aksi mirip seperti aspirin pada sendi, yaitu dengan mengurangi rasa sakit, radang dan kekakuan pada sendi.
KESIMPULAN
Jahe secara farmakologis dapat berfungsi sebagai Analgesik, Antiemetik (anti muntah), Anti Jamur, Anti Oksidan, Anti Korbutik (anti beri-beri), Anti Septik, Anti Radang, Anti Spasmodik (anti kejang), Antitusif (penekan batuk), Pembangkit selera makan, Bakterisida (pembunuh bakteri), Diaforetik (pemicu keluarnya keringat), Ekspektoran (pemicu keluarnya dahak), Febrifuse atau Anti Piretik (penurun demam), Rubefasien, Stomakik (tonik lambung) dan sebagainya.
EFEK SAMPING & TINDAKAN PENCEGAHAN
- Mengonsumsi jahe lebih dari 1 gr perhari dapat menyebabkan keguguran pada wanita hamil.
- Jahe tidak dianjurkan bagi penderita batu empedu.
- Dosis lebih dari 6 gr dapat menyebabkan tukak lambung / maag.
- Jahe terkadang dapat memicunyeri ulu hati / heartburn.
- Konsentrat minyak jahe dapat mengiritasi kulit dan menyebabkan fototoksisitas atau kerentanan kulit untuk terbakar pada pajanan sinar matahari.
- Mengonsumsi jahe secara berlebihan dapat mengganggu terapi jantung, anti diabetes dan anti kejang.
- Jahe dapat mengganggu penyerapan zat besi dan vitamin yang larut dalam lemak.
- Jahe dapat menghambat kerja warfarin yang merupakan antikoagulan / anti penggumpalan darah.
- Jahe dapat menghambat penyerapan obat-obatan Sulfa, Digoksin, Tetrasiklin dan Fenotiazin.
Sumber: Vikaas Budhwaar, 2006, “Khasiat Rahasia Jahe dan Kunyit” (Jakarta: PT Bhuana Ilmu Populer)
http://www.kuliner.org/news/jahe-penyedap-rasa-yang-baik-untuk-kesehatan/
0 comments:
Posting Komentar