Minggu, 18 Oktober 2009

CEMBURUNYA SUAMI BARU

Anak kecil memang susah diajak bohong. Maka ketika ayah tirinya bertanya ibumu ke mana, Siti, 5, menjawab polos: pergi nemui bapak! Kontan Danu, 37, naik pitam bin cemburu. Begitu Marni, 29, istrinya pulang, langsung ditodong dengan senjata tajam. Untung saja warga berhasil melerai, sehingga ibu muda ini tak perlu mati muda.

Tak ada undang-undang yang melarang seorang wanita menemui bekas suami. Cuma semuanya harus berada pada koridor yang benar, jangan sampai melanggar batas-batas kepatutan. Apa lagi ketika si wanita sudah punya pendamping lagi, jagalah perasaan suami barunya. Maka sebaiknya suami diajak serta, sekaligus diperkenalkan. Tapi jangan pula terbersit maksud mau membanding-bandingkan, apa lagi lalu bilang: “Nih lho suami baruku, cakep kan? Nggak kaya sampeyan, macam sopir odong-odong!”

Istri Danu memang tak sampai sesadis itu. Cuma ketika ada keperluan ketemu bekas suaminya, Marni tak berani berterus terang pada Danu. Bahkan membohonginya pula. Tujuannya ketemu Badrun, 39, dia bilang pada suami bahwa mau ke rumah teman di Simo. Lebih celakanya lagi, Marni pada Siti anak semata wayangnya sempat-sempatnya berpesan: jangan bilang-bilang kalau ibu mau ketemu bapakmu, ya!

Kesannya, setelah menjadi istri Danu, ada ruang-ruang kebebasan Marni yang serta merta hilang. Dulu ketika menjadi istri Badrun, dia masih bisa nangga (bertandang ke rumah tetangga) untuk nyekak atau nyatur (bergunjing). Kini, setelah menjadi nyonya Danu, dia nyaris tak boleh pergi ke mana-mana. Harus selalu di rumah dan siap melayani suami dalam segala lini. “Penak kowe dadi bojoku, ming tak kon mamah karo mlumah (enak kan jadi istriku, hanya kusuruh makan dan melayani di ranjang),” begitu pernah Danu berujar.

Ah, lelaki macam Danu memang aneh. Masak istri diproteksi sedemikian rupa, padahal dia menikahi Marni pakai ajian pengiritan. Dengan alasan belum siap biaya, pernikahan itu hanya “didaftarkan” pada kiyai alias siri saja. Jadi ibaratnya motor, Danu – Marni hanya menggunakan SIM sementara. Alasan Danu, biar SIM sementara tapi dia sudah bebas dan halal “menaiki” motor Marni RX King yang tarikannya masih sangat kuat dan nikmat itu.

Herannya lagi, katanya bini hanya disuruh mamah-mlumah, tapi Danu tak bisa membiayai keluarganya secara optimal. Nah, untuk menutupi kekurangannya tersebut, diam-diam Marni suka datang ke bekas suami dengan alasan minta duit baut Siti anaknya. Entah pemberian itu murni demi anak, atau ada “take and give” lainnya, tak tahulah. Yang pasti, karena takut ketahuan, pada Siti kemarin dulu dia sempat wanti-wanti. “Aku mau nemui bapakmu, tapi jangan bilang Mas Danu ya,” kata Marni.

Sial rupanya bagi wanita warga Benowo, Surabaya. Baru sejam lalu dia pesen pada putrinya, Siti yang tak diajak keburu ditanya oleh ayah tirinya. Sebagai anak kecil yang jujur, bocah itu langsung saja ngoceh bla bla bla. Tentu saja Danu kaget. Lho katanya tadi pamit mau ke rumah teman di Simo, ternyata kok malah pergi ke Mojokerto menemui bekas suami diam-diam. Rasa curiga pun berkembang biak. Jangan-jangan Marni mau “back to basic”. Langsung saja Danu dibakar cemburu.

Antara cemburu dan benci kini berkecamuk. Danu segera minum bir banyak-banyak, untuk memperkuat mental. Tekadnya sudah bulat, Marni harus dimatikan, tak perlu menyaksikan pengumuman mentri Kabinet Indonesia Bersatu-II. Dan benar saja, dengan wajah merah dan napas bau bir, dia menyambut kepulangan istrinya dengan todongan pisau. Marni tentu saja ketakutan, sebelum senjata tajam itu diayunkan, dia berteriak minta tolong. Warga berdatangan menolong, sementara Danu dilaporkan ke Polsek Benowo untuk segera ditangkap.

Yang gebleg memang ibunya, masak anak diajari bohong. (JP/Gunarso TS)

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2009/10/16/cemburunya-suami-baru

0 comments:

Posting Komentar

 

Pengikut

Entri Populer

Iklan

Hosting Indonesia

News Indonesia Copyright © 2009 Community is Designed by Bie Blogger Template