Jakarta, (tvOne)
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofyan Wanandi mengaku saat ini, yang penting adalah bagaimana mengembalikan kepercayaan antara aparatur pajak dan pengusaha. Adanya kasus Gayus Tambunan merusak kembali kepercayaan yang selama ini sudah terbangun.
Menurut Sofyan, selama ini kepercayaan sudah terbina dengan baik. Dengan adanya oknum pajak, seolah-olah dirasa pajak yang dibayar tidak digunakan untuk pembangunan. "Itu tak betul, satu dua oknum tidak boleh dibiarkan," katanya di sela-sela jalan sehat UOB Buana dan UOB Indonesia di Jakarta, Minggu (28/3).
Dia meminta, reformasi perpajakan betul-betul dilaksanakan dengan baik. Menurutnya, image (citra) pajak sedikit tercoreng, sehingga perlu ada hukuman bagi oknum pajak yang melanggar. Kendati demikian, Sofyan mengaku selalu ada pengusaha yang nakal, namun keduanya harus mempunyai kepercayaan. "Jangan sama-sama tak percaya, apapun yang dibilang pengusaha tak percaya," katanya.
Untuk itu, dia melanjutkan, diperlukan keterbukaan. Sebab, sejak penyusunan UU Pajak pengusaha ikut terlibat dan menjalin komunikasi yang baik. "Jangan apa yang dikatakan kita nggak benar, kita kan bayar pajak sesuai aturan. Yang tak bayar pajak harus dikejar," kata Sofyan (Vivanews)
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofyan Wanandi mengaku saat ini, yang penting adalah bagaimana mengembalikan kepercayaan antara aparatur pajak dan pengusaha. Adanya kasus Gayus Tambunan merusak kembali kepercayaan yang selama ini sudah terbangun.
Menurut Sofyan, selama ini kepercayaan sudah terbina dengan baik. Dengan adanya oknum pajak, seolah-olah dirasa pajak yang dibayar tidak digunakan untuk pembangunan. "Itu tak betul, satu dua oknum tidak boleh dibiarkan," katanya di sela-sela jalan sehat UOB Buana dan UOB Indonesia di Jakarta, Minggu (28/3).
Dia meminta, reformasi perpajakan betul-betul dilaksanakan dengan baik. Menurutnya, image (citra) pajak sedikit tercoreng, sehingga perlu ada hukuman bagi oknum pajak yang melanggar. Kendati demikian, Sofyan mengaku selalu ada pengusaha yang nakal, namun keduanya harus mempunyai kepercayaan. "Jangan sama-sama tak percaya, apapun yang dibilang pengusaha tak percaya," katanya.
Untuk itu, dia melanjutkan, diperlukan keterbukaan. Sebab, sejak penyusunan UU Pajak pengusaha ikut terlibat dan menjalin komunikasi yang baik. "Jangan apa yang dikatakan kita nggak benar, kita kan bayar pajak sesuai aturan. Yang tak bayar pajak harus dikejar," kata Sofyan (Vivanews)

0 comments:
Posting Komentar