Jakarta - Sudah lebih 30 tahun lamanya, Jl Agus Salim di Pekanbaru menjadi pasar ilegal. Anehnya Pekanbaru selalu dapat piala adipura sebagai kota bersih. Walikota Pekanbaru tak berdaya menertibkan pedagang.
Jl Agus Salim letaknya persis di tengah kota di kawasan pasar pusat. Jalan ini sebenarnya menghubungkan dari jalan protokol Sudirman ke Jl A Yani sepanjang sekitar 300 meter. Namun jalan ini, sejak dulu sudah menjadi pasar ilegal yang mengakibatkan arus lalu lintas tidak berfungsi lagi.
Sepanjang sejarah tak satu walikotapun mampu membuka akses jalan tersebut. Termasuk Walikota Pekanbaru saat ini, Herman Abdullah, yang menjabat dua priode. Di penghujung jabatannya pun, Herman tidak berdaya untuk membubarkan keberadaan pasar ilegal tersebut.
Malah saat pagi hari, para pegadang kaki lima sampai tumpah berjualan di badan jalan sudirman. Pemandangan kumuh di tengah kota ini, seakan luput dari pantauan Pemkot Pekanbaru.
"Anehnya, saban tahun Pekanbaru mendapat piala adipura sebagai kota terbersih. Padahal walikota sendiri tidak mampu membuka akses jalan agus salim. Sampah dan genangan air menumpuk di pasar ilegal itu," kata Saiful Rahman seorang warga Pekanbaru dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (31/03/2010).
Padahal, jika akses jalan Agus Salim ini dapat dibuka, maka dengan sendirinya akan mengurangi kemacetan yang saban hari terjadi di Jl A Yani. Jl A Yani setiap siang hari menjadi macet tak karuan karena di kawasan tersebut terdapat sekolah SD milik yayasan Santa Maria. Jalan tersebut macet karena setiap siswa dijemput orangtuanya dengan menggunakan mobil.
"Andai saja, Jl Agus Salim ini bisa diakses kendaraan, maka hal ini akan mengurangi terjadinya kemacetan. Tapi walikota tidak mampu membuka akses jalan tersebut. Tetap saja Jl Agus Salim menjadi pasar ilegal," kata warga lainnya.
Kini warga Pekanbaru mengharapkan sebuah keberanian Walikota Herman Abdullah untuk bertindak tegas pada pegadang kaki lima ilegal yang ada di jl Agus Salim tersebut. Warga berharap, jalan yang berada di sebelah Plaza Sukaramai tersebut dapat menjadi sebagai akses jalan untuk memecah kemacetan yang terjadi selama ini.
"Kita menunggu keberanian Walikota Pekanbaru Herman Abdullah dipenghujung masa jabatannya untuk membuka akses jalan Agus Salim. Walikota jangan hanya sibuk mengurusi piala adipura, padahal satu sisi Jl Agus Salim gudangnya samapah di tengah pusat kota," ketus Yusuf Afrijal warga Pekanbaru lainnya.
(cha/djo)
http://www.detiknews.com/read/2010/03/31/173435/1329694/10/walikota-pekanbaru-tak-berdaya-tertibkan-pasar-ilegal-di-jl-agus-salim
Jl Agus Salim letaknya persis di tengah kota di kawasan pasar pusat. Jalan ini sebenarnya menghubungkan dari jalan protokol Sudirman ke Jl A Yani sepanjang sekitar 300 meter. Namun jalan ini, sejak dulu sudah menjadi pasar ilegal yang mengakibatkan arus lalu lintas tidak berfungsi lagi.
Sepanjang sejarah tak satu walikotapun mampu membuka akses jalan tersebut. Termasuk Walikota Pekanbaru saat ini, Herman Abdullah, yang menjabat dua priode. Di penghujung jabatannya pun, Herman tidak berdaya untuk membubarkan keberadaan pasar ilegal tersebut.
Malah saat pagi hari, para pegadang kaki lima sampai tumpah berjualan di badan jalan sudirman. Pemandangan kumuh di tengah kota ini, seakan luput dari pantauan Pemkot Pekanbaru.
"Anehnya, saban tahun Pekanbaru mendapat piala adipura sebagai kota terbersih. Padahal walikota sendiri tidak mampu membuka akses jalan agus salim. Sampah dan genangan air menumpuk di pasar ilegal itu," kata Saiful Rahman seorang warga Pekanbaru dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (31/03/2010).
Padahal, jika akses jalan Agus Salim ini dapat dibuka, maka dengan sendirinya akan mengurangi kemacetan yang saban hari terjadi di Jl A Yani. Jl A Yani setiap siang hari menjadi macet tak karuan karena di kawasan tersebut terdapat sekolah SD milik yayasan Santa Maria. Jalan tersebut macet karena setiap siswa dijemput orangtuanya dengan menggunakan mobil.
"Andai saja, Jl Agus Salim ini bisa diakses kendaraan, maka hal ini akan mengurangi terjadinya kemacetan. Tapi walikota tidak mampu membuka akses jalan tersebut. Tetap saja Jl Agus Salim menjadi pasar ilegal," kata warga lainnya.
Kini warga Pekanbaru mengharapkan sebuah keberanian Walikota Herman Abdullah untuk bertindak tegas pada pegadang kaki lima ilegal yang ada di jl Agus Salim tersebut. Warga berharap, jalan yang berada di sebelah Plaza Sukaramai tersebut dapat menjadi sebagai akses jalan untuk memecah kemacetan yang terjadi selama ini.
"Kita menunggu keberanian Walikota Pekanbaru Herman Abdullah dipenghujung masa jabatannya untuk membuka akses jalan Agus Salim. Walikota jangan hanya sibuk mengurusi piala adipura, padahal satu sisi Jl Agus Salim gudangnya samapah di tengah pusat kota," ketus Yusuf Afrijal warga Pekanbaru lainnya.
(cha/djo)

0 comments:
Posting Komentar