Jakarta - Bermodal tali jemuran, seorang pengamen nekad merampok taksi. Sopir ditusuk menggunakan pisau lipat. Lalu leher dijerat menggunakan tali jemuran. Tapi usaha itu gagal karena tenaga pelaku yang masih 17 tahun kalah kuat dengan sopir taksi.
"Awalnya naik dari Kalimalang minta ke Lebak Bulus. Di TKP, pelaku menusuk korban dan menjerat leher," kata Kapolsek Cilandak Komisaris Azhar Nugroho di Polsek Cilandak, Jl Caringin Utara, Jakarta Selatan, Rabu (31/3/2010).
Aksi nekad Mukhtar (17), nama pengamen itu, karena merasa penghasilannya selama menjadi pengamen tidak seberapa. Ia bosan dengan kehidupannya sehari-hari yang serba pas-pasan.
"Saya hanya butuh duit buat makan. Ngecrek tiap hari nggak ada hasil. Bosen," ucap Mukhtar.
Aksi Mukhtar memang telah direncanakannya malam itu, ia membawa sebilah pisau lipat dan tali jemuran yang dipungutnya di pinggir jalan.
Saat sebuah taksi Pusaka Sentra B 2310 QX melintas, ia kibaskan tangannya cepat-cepat untuk menyetop laju taksi yang dikendarai Widodo (31). Namun aksi Mukhtar tak semulus harapannya. Korban berontak dan berhasil kabur.
"Setelah korban berontak, korban bisa kabur. Warga di sekitar TKP langsung menolong. Pelaku dibekuk saat itu juga," cerita Azhar.
Saat ini remaja putus sekolah tersebut mendekam di tahanan Mapolsek Cilandak untuk proses lebih lanjut. Sementara korban sudah dapat kembali setelah semalam menginap di RS Fatmawati.
(Ari/gun)
http://www.detiknews.com/read/2010/03/31/181417/1329727/10/bermodal-tali-jemuran-pengamen-rampok-sopir-taksi
"Awalnya naik dari Kalimalang minta ke Lebak Bulus. Di TKP, pelaku menusuk korban dan menjerat leher," kata Kapolsek Cilandak Komisaris Azhar Nugroho di Polsek Cilandak, Jl Caringin Utara, Jakarta Selatan, Rabu (31/3/2010).
Aksi nekad Mukhtar (17), nama pengamen itu, karena merasa penghasilannya selama menjadi pengamen tidak seberapa. Ia bosan dengan kehidupannya sehari-hari yang serba pas-pasan.
"Saya hanya butuh duit buat makan. Ngecrek tiap hari nggak ada hasil. Bosen," ucap Mukhtar.
Aksi Mukhtar memang telah direncanakannya malam itu, ia membawa sebilah pisau lipat dan tali jemuran yang dipungutnya di pinggir jalan.
Saat sebuah taksi Pusaka Sentra B 2310 QX melintas, ia kibaskan tangannya cepat-cepat untuk menyetop laju taksi yang dikendarai Widodo (31). Namun aksi Mukhtar tak semulus harapannya. Korban berontak dan berhasil kabur.
"Setelah korban berontak, korban bisa kabur. Warga di sekitar TKP langsung menolong. Pelaku dibekuk saat itu juga," cerita Azhar.
Saat ini remaja putus sekolah tersebut mendekam di tahanan Mapolsek Cilandak untuk proses lebih lanjut. Sementara korban sudah dapat kembali setelah semalam menginap di RS Fatmawati.
(Ari/gun)

0 comments:
Posting Komentar