ANTRE, Ribuan kendaraan mengantre di depan pintu Tol Pasteur menuju Kota Bandung, Jawa Barat, kemarin. Memasuki libur panjang pekan ini, Bandung dipadati wisatawan.
BOGOR(SI) – Kawasan Puncak,Bogor, masih menjadi pilihan utama warga Jakarta dan sekitarnya yang ingin menghabiskan liburan panjang menyambut Paskah. Sejak Kamis (1/4), ribuan kendaraan memasuki kawasan Puncak hingga mengakibatkan kemacetan cukup panjang, sekitar 10 km. Sementara sejumlah tempat wisata di Jakarta seperti Taman Impian Jaya Ancol, Monumen Nasional (Monas), Taman Margasatwa Ragunan, dan tempat yang biasa menjadi tujuan warga Ibu Kota juga menikmati limpahan wisatawan.
Berdasarkan pantauan, kemacetan di Puncak terjadi selepas pintu tol Ciawi hingga Pasar Cisarua. Beberapa jalur alternatif seperti Pasir Muncang–Cisarua,Pasir Angin–Megamendung,juga macet. “Lumayan, parah juga macetnya, saya hampir satu jam dari gerbang tol Ciawi,” ujar Amir S, 47, warga Bekasi Timur, saat ditemui di selasela kemacetan di Simpang Gadog, kemarin. Ribuan kendaraan terjebak macet paling parah di kawasan Gadog, Tanjakan Selarong, Cipayung– Megamendung, Pasar Cisarua hingga Taman Safari Indonesia (TSI).
Diperkirakan, volume kendaraan yang memadati Puncak, kemarin, mencapai 15.000 unit, baik roda dua maupun roda empat atau lebih. Rata-rata kendaraan hanya bisa melaju 5 km/ jam.Kemacetan juga diperparah banyaknya pedagang kaki lima (PKL) dan pengemis yang beroperasi di bahu dan tengah jalan. Keluar–masuk kendaraan ke rumah makan atau objek wisata semakin menambah keruwetan.
Polres Bogor sebenarnya sudah berupaya keras mengatasi kemacetan dengan memberlakukan sistem one way (satu arah) menuju Puncak beberapa kali.Namun, karena banyaknya kendaraan yang masuk dari Ibu Kota, upaya tersebut sia-sia. Bahkan selepas salat Jumat, seperti terpantau dari kamera circuit closed television (CCTV) di Pos Polisi B2 Gadog, Ciawi, kemacetan semakin parah.Tak hanya dari arah Jakarta, tapi dari arah Bandung–Cianjur menuju Puncak juga macet.
“Kita hanya bisa memberlakukan sistem satu arah selama satu jam. Dari pukul 09.00 WIB hingga 10.00 WIB.Tapi hal itu tidak langsung bisa mencairkan kemacetan di sepanjang jalur ini karena kami tak bisa menghalangi mereka yang hendak berlibur ke kawasan Puncak,” jelas Kepala Subbagian Lalu Lintas Polwil Bogor Kompol Maria Hera kemarin. Kepala Unit Pendidikan dan Rekayasa (Dikyasa) Polres Bogor Iptu Rudi Nugroho memperkirakan puncak kepadatan kendaraan terjadi Sabtu (3/4) hari ini.
Karena itu,dia mengimbau masyarakat mengambil jalur alternatif atau menghindari Puncak. Selain Puncak, sejumlah tempat wisata juga menjadi sasaran warga. Di Taman Impian Jaya Ancol, misalnya, hingga pukul 17.30 WIB jumlah pengunjung membludak hingga 44.000 orang. Sebagian besar pengunjung memilih menikmati wisata alam pantai di pesisir utara Jakarta tersebut meski kondisi cuaca secara umum tergolong panas.
“Kepadatan ini dikarenakan banyak masyarakat memanfaatkan libur Paskah,”ungkap Staf Humas PT Pembangunan Taman Impian Jaya Ancol Nicke Putri. Monumen Nasional (Monas) tak kalah ramai. Ikon Ibu Kota ini juga dipadati pengunjung dari Jakarta dan daerah.Sedikitnya 4.800 orang mendatangi tempat ini hingga sore kemarin. Sekitar 70% pengunjung menikmati pemandangan Kota Jakarta dari ujung menara ini dan sebagian lainnya menikmati diorama atau sekadar bersantai di lingkungan taman Monas.
Sementara itu, antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah ruas jalan Kota Bandung memasuki libur panjang, kemarin. Kepadatan mulai terasa menjelang sore hingga malam.Pantauan Seputar Indonesia (SI) di gerbang Tol Pasteur, ribuan kendaraan yang 90% didominasi pelat nomor B (Jakarta) merayap di mulut pintu pembayaran tiket.Panjang antrean mencapai sekitar 1-2 km.
Kemacetan pun tak dapat dihindari setelah ratusan kendaraan itu keluar dari tol. Beberapa ruas jalan perlahan tapi pasti mulai dipadati kendaraan. Tujuannya adalah lokasi belanja seperti factory outlet, distro, wisata alam, kuliner, dan lainnya. Kepadatan terlihat di Jalan RE Martadinata, Merdeka, Buahbatu, Ir H Djuanda (Dago), Otista, Setiabudi, dan lainnya. Beberapa anggota satuan lalu lintas disiagakan untuk mengurai antrean kendaraan. (haryudi/isfari hikmat/ teguh mahardika/helmi syarif/yugi prasetyo/ arif budianto)


0 comments:
Posting Komentar