Jumat, 02 April 2010

Semangat Paskah untuk Perubahan

PEKAN SUCI, Ratusan umat kristiani menaiki perahu di Larantuka, Flores, dalam prosesi mengiringi pemindahan patung Yesus dari satu gereja ke gereja lain pada pekan suci menjelang peringatan Paskah kemarin.

SEMARANG(SI) – Momentum perayaan Paskah tahun 2010 diharapkan dapat digunakan umat manusia untuk membangun hidup baru terkait dengan kondisi bangsa saat ini. Administrator Diosesan Keuskupan Agung Semarang Pius Riana Prapdi mengatakan,melalui semangat Paskah, umat diundang untuk masuk dalam dinamika hidup Yesus.

Umat harus mampu mengubah kebiasaan lama yang merugikan dan menghancurkan kehidupan. “Umat harus mengubahnya menjadi kebiasaan baru yang penuh kasih, pengampunan,dan kejujuran,”kata Riana di Semarang kemarin.Tahun kering serta panas terik kehidupan sering membuat orang tidak berdaya, putus asa,mudah menyerah, patah semangat, dan tidak menghasilkan buah kehidupan.

Dia menjelaskan, itu sebabnya dalam masa Paskah digunakan telur sebagai lambang munculnya kehidupan baru. Riana mengatakan, umat manusia mendambakan tatanan hidup bersama yang semakin menyejahterakan banyak orang, memberi penghormatan terhadap martabat pribadi manusia, serta kepedulian terhadap lingkungan hidup yang manusiawi. “Kondisi saat ini merupakan kesempatan untuk memperbarui hidup dan menghasilkan buah pertobatan.

Kemiskinan membangkitkan semangat untuk berbagi. Kelaparan membangkitkan semangat untuk berbela rasa,”katanya. Kondisi saat ini, ujarnya, bukan hambatan bagi orang beriman dan menjadikannya sebagai alasan untuk menangisi keadaan. Seluruh rangkaian Paskah, kata Riana,telah diawali dengan aksi Puasa Pembangunan yang dilaksanakan selama sebulan penuh. “Berbagai kegiatan selama masa aksi puasa ini mengajak kita untuk semakin menyerupai Kristus.

Pembaruan hidup hanya akan terjadi jika dapat melihat Kristus yang bangkit di dalam diri kita,” tandasnya. Sementara itu,Gereja St Maria Fatima Banyumanik, Semarang, menggelar prosesi Jalan Salib.Ketua Panitia Pekan Suci, Robertus Eddy Sukistiawan, mengatakan, dalam prosesi ini sekitar 1.500 umat mengitari kawasan Jalan Trunojoyo dengan 14 titik perhentian dan berakhir di gereja.

Prosesi Jalan Salib juga dilakukan ratusan umat stasi Santo Ignatius Ponggol, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem,Kabupaten Sleman,Daerah Istimewa Yogyakarta, kemarin. Jalan Salib merupakan visualisasi kisah sengsara Yesus untuk memperingati perayaan Jumat Agung atau wafat Isa Almasih. “Visualisasi ini untuk membawa umat pada penghayatan kisah sengsara Tuhan Yesus saat disalibkan di Gunung Golgota.

Memang yang terlihat dalam visualisasi ini tidak ada seperseribunya jika dibandingkan penderitaan yang dialami Yesus saat itu,”kata Seksi Liturgi Kapel Santo Ignatius Ponggol, Sujana. Di Surabaya,prosesi Jalan Salib antara lain dilakukan di Gereja Katolik Roh Kudus,Perumahan Puri Mas, Kelurahan Gunung Anyar. Ketua panitia FX Suyadi mengatakan, Jalan Salib juga mengandung pesan agar manusia memiliki keimanan yang kuat.

“Saya harap bisa membuat iman umat tidak goyah dan tetap mengikuti ajaran Yesus,”ujarnya. Di sisi lain, pelaksanaan misa Jumat Agung di berbagai wilayah di Tanah Air,kemarin,berlangsung khidmat dan aman. Di antaranya terlihat di Gereja Katedral Santa Perawan Maria Tak Bernoda, Kota Bogor. Ribuan jemaat memadati gereja yang terletak di Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor itu.

Misa Jumat Agung merupakan salah satu bagian dari perayaan Trihari Suci, yaitu Kamis Putih, Jumat Agung, dan perayaan Paskah yang jatuh pada Minggu (4/4). Ibadat Jumat Agung memperingati kisah sengsara dan wafat Tuhan Yesus digelar dalam dua sesi. Sesi pertama berlangsung dari pukul 15.00 WIB dan sesi kedua pukul 18.00.

Pelaksanaan Jumat Agung di Gereja Katedral Bogor mendapat pengamanan ketat aparat kepolisian. Sebelum memasuki gereja setiap jemaat diperiksa oleh petugas kepolisian di gerbang masuk.Menurut salah seorang petugas, pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya halhal yang tidak diinginkan.

Pengamanan dari aparat kepolisian juga terlihat di Gereja Katedral Jakarta. Sekitar 25 petugas kepolisian yang tersebar di sekitar gereja tampak bersiaga. Namun pengamanan perayaan Paskah di Gereja Katedral kali ini tidak begitu ketat.Pengamanan akan dilakukan hingga Minggu (4/4) besok. (hendrati hapsari/ lukman hakim/okezone/ant)           
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/315109/1/

0 comments:

Posting Komentar

 

Pengikut

Entri Populer

Iklan

Hosting Indonesia

News Indonesia Copyright © 2009 Community is Designed by Bie Blogger Template